EVALUASI PENYULUHAN PERTANIAN

Tinggalkan komentar

Maret 30, 2012 oleh idhafarida

Evaluasi adalah alat manajemen yang berorientasi pada tindakan dan proses. Informasi yang dikumpulkan kemudian dianalisis sehingga relevansi dan efek serta konsentrasinya ditentukan sesistematis dan seobjektif mungkin (Van den Ban dan Hawkins, 1999).

Menurut Hornby dan Parnwell (Mardikanto, 1993), kata evaluasi dalam kehidupan sehari-hari sering diartikan sebagai padanan istilah dari penilaian, yaitu suatu tindakan pengambilan keputusan untuk menilai sesuatu obyek, keadaan, peristiwa, atau kegiatan tertentu yang sedang diamati.

Casley dan Kumar (1991) melihat pengertian evaluasi dalam perspektif manajemen, yakni evaluasi sebagai suatu penilaian berkala terhadap relevansi, prestasi, efisiensi, dan dampak proyek dalam konteks tujuan yang telah disepakati.

Menurut Mardikanto (1993), terdapat beberapa pokok pikiran yang terkandung dalam pengertian “evaluasi” yang merupakan kegiatan terencana dan sistematis yang meliputi:

  1. Pengamatan untuk pengumpulan data dan fakta.
  2. Penggunaan pedoman yang telah ditetapkan.
  3. Pengukuran atau membandingkan hasil pengamatan dengan pedoman-pedoman yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.
  4. Pengambil keputusan atau penilaian.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa evaluasi sebagai alat manajemen yang dimaksudkan untuk melakukan pengukuran dan penilaian terhadap sesuatu obyek berdasarkan pedoman yang ada. Tanpa disadari atau tidak, sesungguhnya kegiatan evaluasi sudah terjadi dalam kehidupan kita baik di dalam rumah, di tempat pekerjaan, dan juga di perjalanan.

Evaluasi biasa dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan metode ilmu-ilmu sosial, tetapi sebagian besar dilakukan oleh agen penyuluhan. Evaluasi sebagai pemberi informasi digunakan agen penyuluhan sebagai dasar pengambilan keputusan. Evaluasi dalam program penyuluhan merupakan umpan balik dalam proses komunikasi. Agen penyuluhan yang bekerja tanpa informasi evaluasi, tidak mengetahui apakah masih menempuh jalur yang benar.

Evaluasi harus dilakukan berdasarkan data atau fakta, bukan berdasarkan intuisi seseorang dan menggunakan pedoman-pedoman tertentu. Hasil evaluasi harus secara jelas memberikan gambaran tentang perubahan perilaku yang terjadi di masyarakat sasaran, baik mengenai pengetahuan, sikap, dan keterampilannya.

 REFERENSI

 Casley, Dennis J. Dan Khrisna Kumar. 1991. Pemantauan dan Evaluasi Proyek Pertanian. Jakarta: UI-Press.

Mardikanto, Totok. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Van den Ban, A.W. dan H.S. Hawkins. 1999. Penyuluhan Pertanian. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Maret 2012
S S R K J S M
    Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.