TEORI KELOMPOK

Tinggalkan komentar

Maret 30, 2012 oleh idhafarida

Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia merupakan makhluk sosial, yang selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Hubungan ini terutama dilakukan untuk menopang kehidupan antar umat manusia.  Maka untuk itulah kita dapat melihat manusia cenderung untuk hidup secara berkelompok-kelompok.

Menurut Mardikanto (1993) kelompok adalah himpunan yang terdiri dari dua atau lebih individu (manusia) yang memiliki ciri-ciri: (1) memiliki ikatan yang nyata, (2) memiliki interaksi dan interrelasi sesama anggotanya, (3) memiliki struktur dan pembagian tugas yang jelas, (4) memiliki kaidah-kaidah atau norma tertentu yang disepakati bersama, dan (5) memiliki keinginan dan tujuan bersama. Definisi kelompok menurut Slamet (2010) adalah dua atau lebih orang yang berhimpun atas dasar adanya kesamaan (tujuan, kebutuhan, minat, jenis) yang saling berinteraksi melalui pola/struktur tertentu guna mencapai tujuan bersama, dalam kurun waktu yang relatif panjang. Menurut Horton dan Hunt (1999) adalah sejumlah orang yang memiliki pola interaksi yang terorganisasi dan terjadi secara berulang-ulang.

Definisi lain diungkapkan oleh Kartono (2001) yakni kelompok adalah kumpulan dua atau lebih individu yang kehadirannya masing-masing individu memiliki arti dan nilai bagi individu lainnya satu sama lain. Sedangkan Page dan Mac. Iver  (Soekanto, 2006) menjelaskan kelompok sebagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, memiliki hubungan timbal balik, dan memiliki kesadaran untuk saling tolong-menolong.

Kelompok merupakan tempat bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan sosiologis, ekonomis, maupun kebutuhan psikologisnya. Dengan berkelompok, manusia dapat mengembangkan potensi, aktualisasi, dan  eksistensi dirinya.  Hal ini disebabkan karena adanya naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain atau gregariousness sehingga manusia juga disebut social animal (Soekanto, 2006).

(1)   Slamet (2010) mengemukakan kriteria atau ciri-ciri suatu kelompok, yaitu : Terdiri atas individu-individu, tidak harus selalu homogen, tetapi mempunyai kerjasama, tujuan, kebutuhan, dan minat yang sama.

(2)   Ada saling ketergantungan antar individu, adakebutuhan yang dapat diisi atau dipenuhi atas kehadiran individu yang lain.  Contoh:  keluarga, diantara anggota keluarga saling tergantung satu sama yang lain. Makin tinggi ketergantungan, maka makin tinggi kohesifitas (daya rekat).  Ciri ini sangat penting dalam kelompok.

(3)   Ada partisipasi yang terus menerus antar individu. Partisipasi dirasakan sebagai suatu kebutuhan, bukan keterpaksaan, dan ini terjadi ketika saling berpartisipasi dirasakan manfaatnya bagi seluruh anggota kelompok.  Mandiri, artinya kelompok mampu mengatur dan mengarahkan diri sendiri, seperti mengatur pencapaian kebutuhan anggota dan menggerakkan anggota untuk mencapai kebutuhan itu. Dalam kegiatan penyuluhan, agar kelompok efektif maka harus berorientasi kedalam, bukan keluar.

(4)   Selektif dalam  menentukan keanggotaan, tujuan, dan kegiatan.

(5)   Keragaman yang terbatas, homogenitas yang akan dicapai.  Makin homogen akan makin dinamis dan efektif.  Implikasinya dalam kegiatan penyuluhan adalah penyuluh harus pandai menumbuhkan sifat   homogenitas kelompok  tersebut.  Oleh karena itu tujuan kelompok perlu ditentukan bersama secara demokratis.

Thomas (2005) mengemukakan beberapa teori tentang  terbentuknya kelompok,  antara lain :

(1)   Teori Kontrak Sosial/Perjanjian Sosial

Teori ini dikembangkan oleh Rousseau, Hobbes, dan Locke. Mereka sama-sama berangkat dari sebuah pemikiran awal yang menyatakan bahwa terbentuknya sebuah negara adalah karena adanya kesepakatan dari masyarakat atau individu-individu dalam masyarakat untuk melakukan kesepakatan atau perjanjian. Mereka sama-sama mendasarkan analisis-analisis mereka pada anggapan dasar bahwa manusialah sebagai sumber dari kewenangan sebuah negara.

(2)   Teori Hasrat Sosial

Teori ini berpendapat, manusia yang tadinya hidup terpisah-pisah kemudian hidup dalam pergaulan antarmanusia disebabkan karena pada diri tiap individu terdapat hasrat sosial yang senantiasa mendorong untuk bergaul dengan sesamanya.

(3)   Teori Tenaga yang Menggabungkan

Pencetus teori ini adalah P.J. Bowman. Ia berteori bahwa  kelompok terbentuk karena manusia senantiasa hidup bersama dalam suatu pergaulan yang didorong oleh tenaga-tenaga yang menggabungkan atau mengintegrasikan individu ke dalam suatu pergaulan.

(4)   Teori Kedekatan (Propinguity Theory)

Merupakan teori yang sangat dasar tentang terbentuknya kelompok, yang menjelaskan bahwa kelompok terbentuk karena  adanya afiliasi (perkenalan) di antara orang-orang tertentu.

(5)   Teori Keseimbangan

Salah satu teori yang agak menyeluruh. (comprehensive) penjelasannya tentang pembentukan kelompok ialah teori keseimbangan (a balance theory of group formation) yang dikembangkan oleh Theodore Newcomb. Teori ini menyatakan bahwa seseorang tertarik pada yang lain karena ada  kesamaan sikap di dalam menanggapi suatu tujuan.

(6)   Teori Alasan Praktis (Practical Theory).

Teori ini menyatakan bahwa kelompok terbentuk karena kelompok cenderung memberikan kepuasan atas kebutuhan-kebutuhan sosial yang mendasar dari orang-orang  yang berkelompok. Kebutuhan-kebutuhan sosial praktis tersebut dapat berupa alasan ekonomi, status sosial, keamanan, politis dan alasan sosial lainnya.

 REFERENSI


Horton, B. P. dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Diterjemahkan oleh Drs. Aminudin Ram, M. Ed dan Dra. Tita Sobari. Jakarta: Erlangga.

Kartono, K. 2001.  Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Kepemimpinan Abnormal Itu?.  Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Setiana. 2005. Tekhnik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Bogor: Ghalia Indonesia.

Slamet, M. 2010. Materi Kuliah Manajemen Kelompok dan Organisasi. Bogor: Disampaikan pada Mahasiswa Program S2 Program Studi Ilmu Penyuluhan Pembangunan (PPN) Sekolah Pascasarjana IPB, Maret – April 2010.

Soekanto, S. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Thomas, S. 2008. Dinamika Kelompok. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Maret 2012
S S R K J S M
    Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.