STRUKTUR ORGANISASI

Tinggalkan komentar

Maret 30, 2012 oleh idhafarida

Struktur organisasi adalah kerangka antar hubungan satuan-satuan organisasi yang di dalamnya terdapat pejabat, tugas serta wewenang yang masing-masing memiliki peranan tertentu dalam kesatuan yang utuh (Etzioni, 1985). Struktur organisasi yang baik harus memenuhi syarat sehingga menjadi efisien. Struktur yang sehat berarti tiap-tiap satuan organisasi yang ada dapat menjalankan peranannya dengan tertib, sedangkan struktur yang efisien berarti dalam menjalankan peranannya masing-masing satuan organisasi dapat mencapai perbandingan terbaik antara usaha dan hasil kerja.

Struktur suatu organisasi bersifat unik untuk setiap organisasi, artinya jika tujuan berbeda maka struktur organisasinya juga berbeda. Struktur organisasi terdiri atas beberapa variabel sebagai berikut (Slamet, 2010):

a. Ukuran (size)

Ukuran organisasi adalah jumlah anggota atau cakupan tugas dari suatu organisasi. Beberapa hal yang berkaitan dengan ukuran suatu organisasi adalah:

a)      Semakin besar jumlah anggota dan semakin besar cakupan tugasnya maka organisasi tersebut semakin kompleks. Ukuran ini menciptakan dilema bagi organisasi dimana ukuran yang kecil dinilai kurang, sedangkan ukuran yang besar akan menyulitkan.

b)      Semakin besar ukuran organisasi maka semakin kompleks dan semakin impersonal (tidak bisa menghubungkan satu orang dengan orang lain), semakin lugas dan semakin sulit diarahkan dan dipadukan.

b. Rentang Kendali

Rentang kendali merupakan jumlah orang yang langsung di bawah pengawasan dan tanggungjawab seorang pejabat/pemimpin. Jumlah yang optimum adalah antara 6-10 orang. Semakin banyak jumlah anggota maka semakin sulit untuk diawasi dan disupervisi secara optimal.

c. Jumlah Tingkat Hirarki

Tingkatan hirarki adalah suatu garis kekuasaan dalam organisasi yang menunjukkan tingkatan dari pimpinan paling atas ke yang paling bawah. Semakin banyak tingkatannya, akan dapat menimbulkan kekacauan dan kesulitan. Sejumlah apapun tingkat hirarki, yang paling terpenting adalah memperhatikan efektivitas komunikasi yang terjadi dalam organisasi baik dalam strata fungsi yang vertikal maupun horisontal. Dewasa ini sistem komputerisasi dapat mempermudah pengaturan pekerjaan dan komunikasi antar hirarki dalam organisasi.

d. Struktur Kewenangan

Struktur kewenangan adalah pendelegasian suatu pengaturan tentang siapa yang berhak mengambil keputusan atau siapa yang berhak memegang kekuasaan. Besar kecilnya suatu organisasi mempengaruhi  apakah struktur kewenangan itu bersifat monomorphic, yakni jika bermacam-macam kekuasaan dikendalikan oleh satu orang yang sama, atau polimorphic yakni bila kekuasaan yang berbeda dipegang oleh orang yang berbeda pula. Sebaiknya untuk organisasi yang besar struktur  kewenangannya adalah polimorphic, sedangkan untuk organisasi yang kecil dan sederhana adalah monomorphic.

e. Struktur Komunikasi

Struktur komunikasi merupakan variabel struktur organisasi yang terpenting agar interaksi antara anggota organisasi dapat terwujud. Interaksi ini sangat dibutuhkan dalam menghidupkan kegiatan organisasi atau mendinamiskan organisasi itu sendiri. Komunikasi dapat berlangsung dari puncak hirarki (pimpinan) sampai ke paling bawah (bawahan), atau berlangsung secara horisontal atau antar tingkatan yang sama. Dalam memperlancar komunikasi ini diperlukan adanya sarana, fasilitas atau media komunikasi.

f.  Struktur Tugas

Struktur tugas adalah cara suatu organisasi membagikan tugas/pekerjaan kepada anggota-anggotanya dalam rangka mencapai tujuannya. Struktur tugas sama dengan struktur peranan, sehingga ada beberapa yang perlu diperhatikan, yaitu: (a) apakah semua pekerjaan terbagi habis, (b) apakah semua anggota mendapat peranan, dan (c) apakah hanya orang tertentu saja yang berperan.

g.   Struktur Status dan Prestise

Suatu organisasi seharusnya mampu menumbuhkan prestise dari anggotanya. Prestise bagi anggota dapat berupa suatu imbalan atas pengorbanan yang diberikannya terhadap organisasi.  Struktur status dan prestise berkaitan dengan kebanggaan anggota jika dia memasuki organisasi tertentu atau menduduki posisi tertentu dalam organisasi. Apakah prestise terbagi secara merata dan memiliki jenjang yang terbuka bagi semua anggota, kedua hal tersebut merupakan hal yang penting pula untuk diperhatikan dalam suatu organisasi. Contoh dari prestise yang diberikan organisasi antara lain: fasilitas kerja atau baju seragam.

h. Jarak Psikologis

Merupakan kedekatan antara pimpinan dan anggota, namun kedekatan ini tidak melekat. Organisasi yang baik adalah organisasi yang jarak psikologisnya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Jarak ini akan menunjukkan komunikasi emosi antara orang-orang dalam hirarki, dan kemudahan komunikasi vertikal apakah berlangsung efektif atau tidak.

 

 REFERENSI

 Etzioni, A. 1985. Organisasi-organisasi Modern. Jakarta: Universitas Indonesia.

Slamet, M. 2010. Materi Kuliah Manajemen Kelompok dan Organisasi. Disampaikan pada Mahasiswa Program S2 Program Studi Ilmu Penyuluhan Pembangunan (PPN) Sekolah Pascasarjana IPB, Maret – April 2010. Bogor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Maret 2012
S S R K J S M
    Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031